hut2.jpg
banner1.jpg
atdago-jpg.jpg
jogja.jpg
sunatan.jpg
ciwalk.jpg
atptdaya -jpg.jpg
banner.jpg
violet.jpg
slowrace-jpg.jpg
atptdaya2 -jpg.jpg
   

varioriders.com-Google pagerank and Worth
varioriders.com-Google pagerank,alexa rank,Competitor
Rating for varioriders.com

Honda Vario Techno 125 PGM-FI, Bore Up Piston Kaze

Print PDF
Share

Otomotifnet-Satya Yudha Prawira yang pemilik Honda Vario Techno 125 PGM-FI ini, terpancing bisikan Deny Mansur alias Komeng. Doi sang mekanik yang mendiami bengkel di Halim Jakarta Timur. Komeng yang beberapa tahun lalu tenar dalam ‘dunia persilatan’ balap liar mengaku sudah lama ‘gatal’ membuat motor kencang berbasis sistem injeksi.

Pemilik workshop Clincic Motor itu pun tak segan melahap mesin Vario 125. "Dari dulu penasaran dengan mesin injeksi, saya yakin injeksi bisa dibikin lebih kencang dari motor karbu. Makanya ketika ada kesempatan, langsung dikerjain,” sebut Deny yang beken dengan panggilan karib Komeng.

Tapi, buat project awal ini, Komeng banyak menggunaan parts bawaan. Tapi, itu enggak berlaku buat piston ya! Sebab buat penggebuk ruang bakar, pakai piston milik Kawasaki Kaze. Dari yang standar Vario 52,5 mm diganti pakai diameter 53,5 mm. “Sebenarnya penggantian piston ini buat kejar kompresi agar lebih tinggi,” kata tunner yang juga ayah dari Reyhan Farish Pratama itu.


Pakai milik Kaze, jarak pen piston ke bibir piston lebih tinggi. Kondisi ini, bikin permukaan piston lebih keluar dari bibir silinder. Lewat ubahan ini, sempat tercipta perbandingan kompresi 12,7 : 1.

Sayangnya, kompresi ini terlalu tinggi buat pacuan. Akhirnya, timbul masalah. Motor jadi tidak responsif juga ngelitik. Bensin juga butuh oktan lebih tinggi. “Bisa juga diakali lewat upgrade injektor dan setingan ECU agar kebutuhan bensin tercukupi,” sebut Komeng yang bukan pelawak itu.

Karena keterbatasan dalam men­dapatkan injektor dengan semburan lebih deras dan ogah repot juga, Komeng lebih pilih turun kompresi. Dome alias permukaan piston dipapas lagi hingga kompresi turun menjadi 12,1 : 1.

Klep Honda CS1 diandalkan. Diameter klep in 28 mm dan ex 24 mm. Tetapi agar proses pengabutan bahan bakar dan udara yang masuk ruang bakar lebih bagus, sitting klep dibuat sudut bertingkat. Yaitu; 25º, 30º, 45º, 65º dan terakhir 75 derajat. Sedang untuk klep-nya sendiri, 45º dan 15º.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban: Michelin 80/90-14
Klep: Honda CS1
Handle rem: KTC
Sok belakang: YSS
Clinic Motor : (021) 922-27006

Sumber : Otomotifnet
Penulis : Tigor | Teks Editor : KR15 | Foto : Tigor

Kontak Kami

Jl. PSM Dalam 3 No.64 Kiara Condong
Bandung
Jawa Barat
Indonesia

Mobile Phone Number:     08562002203, 085720351640

Follow Us On

twitter youtube flickr flickr

Profil

Berdiri Tanggal 3 Desember 2006
- Anggota Ikatan Motor Honda Bandung
- Anggota Ikatan Motor Indonesia Jawa Barat No.Reg 274
- Anggota Forum Club Motor Bandung
- Anggota Paguyuban Vario Jawa Barat
- Anggota Paguyuban Vario Nusantara

Kopdar

- Kamis jam 19.00 depan Kantor Pusat Telkom Jl. Japati Bandung
- Sabtu jam 19.30 Depan Flexi Dago